Monday, June 28, 2010

5 menit kurang


Pekerjaan yang paling membosankan adalah menunggu. Menunggu datangnya sang pangeran menjemput termasuk nggak ya kira-kira? kalau untuk hal ini sepertinya berbeda kategori.

Untuk mendapatkan kesempatan selama kurang dari 5 menit harus mengorbankan waktu selama 2 jam lebih. Begitulah hidup memang sangat keras dan penuh persaingan yang sengit. Tidak memikirkan orang lain hanya memikirkan dirinya sendiri, jangan heran dengan banyaknya orang yang seperti ini walau mereka itu orang-orang terpelajar yang tau tata aturan dan perasaan. Jika berkenaan dengan hajat hidup semua diabaikan, hidupmu adalah hidupmu dan hidupku adalah hidupku jika kamu terjatuh bangun sendiri secara tak langsung seperti inilah yang mereka katakan walau tidak secara verbal. Mau ikut seperti mereka atau tidak tentukan sendiri dalam hatimu. karena apa yang kamu lakukan akan ada pertanggung jawabannya. Jika kamu lembut dan lempeng untuk memberikan kesempatan pada mereka maka mereka akan mengatakan kamu sungguh lemah. apakah kamu rela dikatakan seperti itu? padahal niatanmu adalah untuk mendahulukan saudaramu. jawab didalam hatimu apa yang ingin kamu lakukan jika mereka mengatakan seperti itu. Apakah kamu akan marah hingga tidak mau lagi mendahulukan mereka ataukah kamu tetap bertahan dan tetap dalam kekokohan.

semuanya adalah pilihan dan akan ada konsekuensi dari masing-masing pilihan itu. Manis dan pahitnya tetaplah mesti ditelan karena itulah buah dari proses yang kamu lakukan.

No comments:

Post a Comment