Saturday, July 24, 2010

Silaturahim dan keluarga Baru



Setiap orang adalah guru, setiap orang adalah sumber inspirasi dan setiap orang adalah sumber hikmah. Walau siapapun, tidak berdasarkan klasifikasi usia, suku, keturunan, agama ataupun kelas ekonomi rumah tangganya.

Banyak berjalan banyak dilihat, lama hidup banyak dirasa. Banyak bersilaturahim memperluas rizki, memperluas kenalan dan mempererat persaudaraan.

Ketemu dengan teman lama, kira-kira 4 tahun lalu ku mengenalnya. Jangan tanyakan ku mengenalnya dari mana? karena ku malu mengingat masa itu, masa dimana diri ini masih dengan kepolosan yang murni bukan dibuat-buat.

Jum'at, 23 juli 2010 hari yang perlu ku catatkan agar ku tak lupa dan ingin mengukur diri sampai kapankah ku bisa menjaga keeratan hubungan dengan keluarganya yang baru ku kenal namun serasa sudah lama kenal, mulai dari ibu dan adiknya sedangkan ayahnya belum sempat kukenal karena layaknya kepala rumah tangga dihari-hari kerja tentunya tidak ada dirumah.

Seperti halnya ibuku yang dirumah tak henti-hentinya memberikan nasihat untukku begitu juga dengan ibu (baruku) sahabatku ini, Tausyiah-tausyiahnya menyelusup kerelung hatiku yang sedang merindu kasih sayang ibu, terlebih ketika ku mencium tangan manisnya,dan tangannya yang satu mengusap-ngusap kepalaku. Terasa akulah orang yang paling bahagia didunia, disaat dimanapun kuberada aku selalu memiliki ibu (baru) yang tak jauh beda dengan ibuku yang nun jauh disana walau ia yang disana tak kan lah pernah bisa digantikan oleh siapapun. Berharap dihari selanjutnya bisa bertemu dengan ayah (nya) yang memberikanku banyak inspirasi dan motivasi secara tak langsung.

Bogor, 24 juli 2010
Episode Berjalan, melihat dan mentafsir

No comments:

Post a Comment